<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Website Mochamad Wahyudi &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://www.wahyudi.or.id/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wahyudi.or.id</link>
	<description>Belajar, Bekerja &#38; Berdoa...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 17:30:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ATSI: Jumlah Pelanggan Seluler Tembus 180 Juta</title>
		<link>http://www.wahyudi.or.id/2010/07/28/atsi-jumlah-pelanggan-seluler-tembus-180-juta/</link>
		<comments>http://www.wahyudi.or.id/2010/07/28/atsi-jumlah-pelanggan-seluler-tembus-180-juta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 17:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyudi.or.id/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah pengguna seluler di Indonesia hingga Juni 2010 mencapai 180 juta pelanggan, atau sekitar 80 persen populasi penduduk, kata Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia, Sarwoto Atmosutarno.
 &#8220;Jumlah pengguna seluler sebesar 180 juta nomor dicapai setelah 15 tahun layanan GSM beroperasi di Tanah Air,&#8221; katanya saat memberi sambutan pada &#8220;Indonesia Cellular Show&#8221; (ICS) 2010, di Jakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumlah pengguna seluler di Indonesia hingga Juni 2010 mencapai 180 juta pelanggan, atau sekitar 80 persen populasi penduduk, kata Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia, Sarwoto Atmosutarno.<br />
<img class="alignleft" src="http://img.antaranews.com/stockphotos/tokoh/20100326114257-foto31.jpg" alt="" width="150" height="226" /> &#8220;Jumlah pengguna seluler sebesar 180 juta nomor dicapai setelah 15 tahun layanan GSM beroperasi di Tanah Air,&#8221; katanya saat memberi sambutan pada &#8220;Indonesia Cellular Show&#8221; (ICS) 2010, di Jakarta Convention Center, Rabu.<br />
<span id="more-140"></span>Disebutkan, dari 180 juta pelanggan seluler itu, sebanyak 95 persen adalah pelanggan prabayar. Menurut catatan Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), pelanggan Telkomsel hingga Juni 2010 mencapai 88 juta nomor, XL sekitar 35 juta, Indosat sekitar 39,1 juta, selebihnya merupakan pelanggan Axis dan Three. Ia menuturkan dari sisi pendapatan seluruh operator seluler sudah menembus angka Rp100 triliun.</p>
<p>&#8220;Industri ini terus tumbuh. Investasi terus meningkat menjadi sekitar dua miliar dolar per tahun, dengan jumlah BTS mencapai lebih 100.000 unit,&#8221; kata Sarwoto.</p>
<p>Ia berpendapat pada tiga tahun terakhir merupakan periode konsolidasi, yang membutuhkan kerja sama antara operator dengan perusahaan penyedia ponsel dan vendor jaringan. &#8220;Sinergi ketiganya harus jalan sehingga dapat memacu pertumbuhan industri telekomunikasi,&#8221; ujarnya. Pada infrastruktur jaringan, dibutuhkan kebijakan menara bersama (tower sharing) antara operator agar lebih efisien. Dikatakan, untuk antisipasi terus berkembangnya fitur-fitur layanan dan bertambahnya jenis ponsel dibutuhkan ajang edukasi seperti ICS.</p>
<p>&#8220;Indonesia Cellular Show&#8221; yang berlangsung pada 14-18 Juli 2010 ini, kata dia, menjadi ajang untuk menyampaikan segala perkembangan teknologi seluler kepada konsumen.(*)<br />
Sumber : http://www.antaranews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyudi.or.id/2010/07/28/atsi-jumlah-pelanggan-seluler-tembus-180-juta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Brain Game&#8221; Tak Bikin Pintar</title>
		<link>http://www.wahyudi.or.id/2010/04/23/brain-game-tak-bikin-pintar/</link>
		<comments>http://www.wahyudi.or.id/2010/04/23/brain-game-tak-bikin-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 15:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyudi.or.id/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Hasil penelitian terbaru menunjukkan permainan yang menantang kemampuan mengingat, logika, dan brain game lainnya tidak membuat orang menjadi lebih pintar. Demikian kesimpulan riset yang dilakukan para peneliti di Dewan Riset Kedokteran Inggris.
Penelitian yang melibatkan 11.430 orang di Inggris itu menemukan bahwa latihan otak dengan permainan-permainan semacam itu gagal meningkatkan kemampuan fungsi otak secara umum termasuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hasil penelitian terbaru menunjukkan permainan yang menantang kemampuan mengingat, logika, dan brain game lainnya tidak membuat orang menjadi lebih pintar. Demikian kesimpulan riset yang dilakukan para peneliti di Dewan Riset Kedokteran Inggris.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/02/17/1110244620X310.jpg" alt="" width="260" height="130" />Penelitian yang melibatkan 11.430 orang di Inggris itu menemukan bahwa latihan otak dengan permainan-permainan semacam itu gagal meningkatkan kemampuan fungsi otak secara umum termasuk IQ. Baik yang melakukan latihan secara rutin maupun yang tidak hasilnya sama saja.</p>
<p><span id="more-131"></span>&#8220;Kalau orang merasa terhibur saat memainkannya, lakukan saja. Tapi kalau mereka ingin lebih pintar, jangan harap,&#8221; ujar Adrian Owen, peneliti dari Bagian Kognitif dan Ilmu Otak Dewan Riset Kedokteran Inggris seperti dilansir BusinessWeek, Rabu (21/4/2010).</p>
<p>Temuan ini membantah iming-iming puluhan software permainan otak bagi anak-anak atau manula yang menjanjikan peningkatan fungsi otak. Menurutnya, hasil penelitian yang telah dimuat dalam jurnal Nature itu menyimpulkan bahwa membeli software semacam itu hanya membuang uang.</p>
<p><!--more-->&#8220;Anda mungkin lebih baik membaca buku atau belajar bahasa asing daripada membuang banyak uang untuk sebuah pelatihan otak seperti itu,&#8221; ujar Owen. Bahkan, lanjut Owen, internet yang menyediakan sumber informasi sangat beragam sudah cukup untuk menyesaki otak dengan informasi baru. Sumber : http://www.kompas.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyudi.or.id/2010/04/23/brain-game-tak-bikin-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar Mencari Bukti Valid melalui Forensik Digital</title>
		<link>http://www.wahyudi.or.id/2010/01/19/seminar-mencari-bukti-valid-melalui-forensik-digital/</link>
		<comments>http://www.wahyudi.or.id/2010/01/19/seminar-mencari-bukti-valid-melalui-forensik-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 10:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wahyudi.or.id/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang
Kasus KPK versus Polri dan Kejaksaan yang terjadi beberapa waktu lalu banyak menyedot perhatian masyarakat. Terlepas dari kasus yang terjadi, dalam banyak hal kasus tersebut di dalamnya sangat terkait sekali dengan Teknologi Informasi (TI). Masalah rekaman, sadap-menyadap, telepon/handphone, notebook, server, juga masalah transfer aliran dana serta banyak hal yang memang dalam dunia sekarang setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Latar Belakang</strong><br />
Kasus KPK versus Polri dan Kejaksaan yang terjadi beberapa waktu lalu banyak menyedot perhatian masyarakat. Terlepas dari kasus yang terjadi, dalam banyak hal kasus tersebut di dalamnya sangat terkait sekali dengan Teknologi Informasi (TI). Masalah rekaman, sadap-menyadap, telepon/handphone, notebook, server, juga masalah transfer aliran dana serta banyak hal yang memang dalam dunia sekarang setiap kegiatan tak bisa terhindar dari penggunaan alat-alat canggih TI.</p>
<p>Memang dunia maya sekarang sudah layaknya seperti dunia nyata. Masalahnya, jika terjadi suatu peristiwa kejahatan di dunia nyata ada dikenal pengusutan melalui penyidikan forensik (memeriksa keutuhan mayat dll), maka di dalam dunia maya ada juga penyidikan forensik yang dikenal dengan nama forensik digital.</p>
<p><span id="more-111"></span>Dalam era informasi, hal penting yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan mekanisme pembuktian data elektronik. Dalam hal ini jika terjadi kejahatan secara elektronik, penyidikan, penuntutan, dan pemerikasaan terhadap tindak pidananya dilakukan berdasarkan ketentuan hukum acara pidana Indonesia. Selanjutnya barang bukti yang dapat digunakan dalam pemeriksaan meliputi barang bukti sebagaimana telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku, dan juga barang bukti yang diatur secara khusus dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).</p>
<p>Sementara itu barang bukti digital merupakan barang bukti yang rapuh. Tercemarnya barang bukti digital sangatlah mudah terjadi, baik secara tidak sengaja maupun disengaja. Kesalahan kecil pada penanganan barang bukti digital dapat membuat barang bukti digital tidak diakui di pengadilan.</p>
<p>Oleh karena itu sangat dibutuhkan sekali seorang ahli forensik digital yang dapat menganalisa barang bukti, melakukan rekonstruksi kejahatan, serta menjamin jika bukti yang dikumpulkan itu berguna di persidangan.</p>
<p>Melihat masalah pembuktian secara digital ini semakin penting di tengah semakin pesatnya perkembangan dunia TIK di tanah air, maka sudah saatnya kita mensosialisasikan pentingnya masalah ini. Pihak kepolisian, kejaksanaan, KPK, kehakiman, perbankan, dan banyak bidang lainnya yang dalam segala kegiatannya sekarang banyak melibatkan dunia TI, sudah harus aware terhadap pembuktian secara digital ini. Pihak perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu komputer pun sudah saatnya menghasilkan tenaga-tenaga ahli forensik digital.</p>
<p>Berdasarkan pertimbangan tersebut, majalah e-Indonesia bersama BSI bermaksud mengadakan seminar yang membahas topik tentang forensik digital tersebut, dengan mengundang para pakar yang kompeten.</p>
<p><strong>Maksud dan Tujuan Seminar<br />
</strong>Secara umum seminar ini bertujuan:</p>
<ol>
<li>Memberi gambaran apa dan bagaimana yang dimaksud dengan forensik digital</li>
<li>Mensosialisasikan pentingnya forensik digital kepada masyarakat umum, terutama untuk kalangan kepolisian, kejaksanaan, kehakiman, pengacara, perbankan, dunia bisnis dan industri, kalangan perguruan tinggi terutama yang bergerak dalam teknologi informasi, dll.</li>
<li>Memberi gambaran bagaimana kebutuhan terhadap tenaga-tenaga forensik digital yang handal di masa yang akan datang.</li>
</ol>
<p><strong>Peserta Seminar</strong><br />
Peserta seminar ditargetkan berjumlah 250 orang yang mewakili:</p>
<ol>
<li>Kepolisian, Kejaksanaan, Kehakiman, KPK, BPK, BPKP, PPATK</li>
<li>Bank Indonesia dan perbankan di Indonesia</li>
<li>Instansi departemen dan non departemen yang ada di Indonesia</li>
<li>Kalangan perguruan tinggi</li>
<li>Vendor yang terlibat berkecimpung dalam pengerjaan proyek-proyek e-government</li>
<li>Lembaga Swadaya Masyarakat</li>
<li>Komunitas Telematika dan masyarakat umum yang punya kepedulian terhadap perkembangan TIK di Indonesia.</li>
</ol>
<p><strong>Waktu dan Tempat Kegiatan Seminar<br />
</strong>Hari/Tanggal : Kamis, 04 Maret  2010<br />
Waktu               : 09.00 s/d 16.00 WIB<br />
Tempat            :  Hotel Acacia<br />
Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat</p>
<p><strong>Pembicara Seminar<br />
</strong>Seminar terdiri dari sesi presentasi dan diskusi dengan</p>
<p><strong>Keynote Speech :<br />
</strong>Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring*)</p>
<p><strong>Pembicara<br />
</strong></p>
<ol>
<li>Ir. Ruby Alamsyah  (Praktisi Forensik Digital, satu-satunya ahli forensik digital Indonesia yang tergabung dalam <em>High Technology Crime Investigation Association</em> (HTCIA)</li>
<li>Dr. Edmon Makarim (Pengajar Hukum Telematika Fakultas Hukum UI dan pakar UU ITE)</li>
<li>Prof. Dr. Richardus Eko Indrajit (Pakar TIK, Ketua Pelaksana Harian ID-SIRTII, dan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika &amp; Komputer)</li>
</ol>
<p>Topik Makalah</p>
<ol>
<li>Pembicara 1    :  Ruby Alamsyah<br />
Pentingnya Forensik Digital dalam bukti di pengadilan</li>
<li>Pembicara 2    :  Edmon Makarim<br />
Forensik Digital di dalam  UU ITE</li>
<li>Pembicara 3    :  Richardus Eko Indrajit</li>
<li>Kesiapan perguruan tinggi dalam menghasilkan SDM berlatar belakang Forensik Digital</li>
</ol>
<p><strong><br />
Investasi Peserta<br />
</strong>Biaya investasi seminar Rp. 500.000,-/peserta<br />
(Khusus untuk akademisi Rp. 400.000,-/peserta)<br />
Pendaftaran peserta paling lambat Kamis, 25 Februari 2010</p>
<p><strong>Informasi :</strong><br />
Majalah e-Indonesia<br />
Telp. (021) 98 20 5603, 92 99 5959, 99 9292 99<br />
Fax. (021) 86608577<br />
Hp. 0811 95 2349, 0819 08265192, 0813 14068688</p>
<p><em><strong>Daftarkan segera,  tempat terbatas !!!</strong></em><br />
<a href="http://www.wahyudi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/Brosur-Seminar2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-115" title="Brosur Seminar" src="http://www.wahyudi.or.id/wp-content/uploads/2010/01/Brosur-Seminar2-231x300.jpg" alt="" width="231" height="300" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wahyudi.or.id/2010/01/19/seminar-mencari-bukti-valid-melalui-forensik-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
